Minggu, 19 Agustus 2012

MENIKAH MEYEMPURNAKAN AGAMA

Cerita hari ini simple saja ,
    saya selalu berusaha memberikan sesuatu yg bermanfaat melalui media  - media yang mudah di jangkau oleh banyak orang seperti social network,baik twitter,facebook,dll, tapi entah mengapa ada perasaan bahwa saya hal-hal yang saya share selalu membuat saya berfikir ulang ,”Adakah dari setiap yang saya sampaikan dengan niat riya’ dan sombong?” ALLAHU alam BIshawab.

   Menasehati seseoerang dengan Nash dan dalil bukan perkara mudah, karena kita mesti bisa menjadi contoh bagi yang kita nasehati.baik lah mungkin bisa saya berikan contoh sedikit tentang pengalaman saya menasehati orang Alhamdulillah semua pada terima ,kcualinasehati maling biar maling dan nasehatin orang yg udah hatinya di kunci dengan ALLAh siapapun pasti susah menasehati orang seperti ini,.

   Sebenarnya dalam tulisan ini saya ingin member nasehat tentang NIKAH dan PERNIKAHAN ,biar blum nikah nasehatin orang yang akan nikah dan mau nikah kek nya mudah dan menyenangkan, yah ane ngambil contoh dari sirah Nabawi dan keluarganya aja .walaupun ane Blum nikah dan berpengalaman HEHEHe.

 Ini terinspirasi dari…
  Seorang sahabat ,dia ingin sekali menikah namun jodoh yang dinanti blum kunjung datang, malah pria pria yang ingin bermain main saja mendekatinya, yah ane rasa karna ini bagian dari dakwah mau engga’ mau saya mesti menasehati nya. Saya tiadak menyebutkan siapa orang ini.Karna ulah pria yang tidak bisa Tepat janji ini si Wanita menjadi sedikit hilang perhatian untuk menikah n serasa ingin hidup sendiri,walau dia tau ada pria beriman di luar sana yang bisa di percaya yang mungkin bagi dia tidak di peruntuk kan pada dirinya.ALLAHU Alam

  Namun penting di perhatikan oleh setiap umat muslim,seberapa begitu berartinya menikah dan pernikahan itu.bukan karna kebutuhan kebutuhan pribadi yang akan terpenuhi tapi juga kebutuhan Atara Hambanya terhadan Rasulullah dan Tuhan nya pun terpenuhi, baiklah simak hadist berikut ya,,sahabat,,,

  Rasulullah Saw melarang laki-laki yang menolak kawin (sebagai alasan) untuk beralih kepada ibadah melulu. (HR. Bukhari)

  Barangsiapa kawin (beristeri/menikah) maka dia telah melindungi (menguasai) separo agamanya, karena itu hendaklah dia bertakwa kepada Allah dalam memelihara yang separonya lagi. (HR. Al Hakim dan Ath-Thahawi)

  Allah membenci perbuatan yang demikian ,menutup diri untuk menikah (membujang /menggadis) untuk beribadah terus padanya, padahal niatnya untuk beribdah tapi Allah dan rasulnya tidak suka perkara itu, karna perlu di ketahui menikah ialah ladang ibadah bagi kaum pria maupun wanita karna telah memelihara dan menyempurnakan separuh dari agama Ini ,yaitu menikah,Allah dan rasulnya pun juga melarang perkara menunda nunda pernikahan,jika telah menemukan pasangan yang pas dan tepat, jika telah menemui pasangan yang tepat segeralah utarakan niat untuk meminang nya,dengan sebaiknya cara hingga bisa timbul kesepakatan ,untuk menyempurnakan separuh agama tadi,namun lebih baik jangan di tunda terlalu lama,
simaklah hadist ini:

 Rasulullah Saw bersabda kepada Ali Ra: "Hai Ali, ada tiga perkara yang janganlah kamu tunda-tunda pelaksanaannya, yaitu shalat apabila tiba waktunya, jenazah bila sudah siap penguburannya, dan wanita (gadis atau janda) bila menemukan laki-laki sepadan yang meminangnya." (HR. Ahmad)


 Menikah itu adalah sunnah dari nabi dan hal yang di sukai ,
“ Menikah itu adalah sunnah ku,siapa yang tidak suka dengan sunnahku maka bukan dari golongan ku (al hadist) “

 Sangat tegas bukan Rasulullah menjelaskan perkara pernikahan?


 Menikah itu juga menentram kan jiwa ,

 “Dialah yang menciptakan kalian dari satu orang, kemudian darinya Dia menciptakan istrinya, agar menjadi cocok dan tenteram kepadanya” (Al-A’raf 189)


 Siapa yang tidak tentram jika menikahi atas dasar iman dan atas dasar Cinta karena Allah?

   Jangan TAKUT miskin karena menikah, ALLAH menjanjikan hal yang special bagi hambanya yang menikah, “emank apa yang di janjikan Allah ?? “ ini dia,,,


 Dan kawinkanlah orang-orang yang sedirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. (An-Nuur:32)


 Masihkah ada yang ragu untuk menikah?
Jika Allah telah menjanjikan perkara yang pasti? Janji Allah itu benar hai saudara dan sahabatku,


 Allahu alam bishwab.
hanya ini yang bisa dan dapat saya sampaikan saat ini.
BILAHI FI SABIL HAQ FATABIQUL KHAIRAT
follow me in twitter @my_iq200

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar